Panduan LlamaGen Story Workspace

Rencanakan, tulis, atur, dan bagikan cerita di LlamaGen Story Workspace, lalu ubah adegan menjadi prompt gambar, storyboard, manga, atau komik.

LlamaGen Story Workspace adalah sisi penulisan dan perencanaan dari alur kerja kreatif. Gunakan untuk menyusun draf adegan, mengatur catatan dan aset, berkolaborasi, serta menyiapkan brief visual sebelum berpindah ke produksi storyboard, komik, manga, atau video.

Buka Story Workspace untuk menulis dan mengatur proyek. Kunjungi halaman produk Story Writer jika Anda ingin melihat gambaran umum sebelum memulai.

Apa yang termasuk dalam Story Workspace?

MateriPenggunaan yang direkomendasikan
Premis dan sinopsisJaga agar janji dan akhir proyek tetap terlihat
Catatan karakterLacak tujuan, hubungan, penampilan, dan suara
Draf adeganTulis prosa, dialog, beat, dan checklist
Brief visualJelaskan framing, aksi, latar, suasana, dan kontinuitas
Aset referensiSimpan gambar dan catatan produksi dekat dengan adegan yang relevan
Catatan tinjauanCatat keputusan sebelum membuat versi visual baru

Editor mendukung penulisan terstruktur dengan rich text atau alur kerja berorientasi Markdown, cari dan ganti, checklist, undo dan redo, serta pengaturan proyek. Fitur tim dan organisasi dapat mencakup undangan dan akses bersama tergantung pada akun dan konfigurasi workspace.

Alur kerja cerita-ke-gambar yang andal

1. Tulis beat cerita terlebih dahulu

Nyatakan apa yang berubah dalam adegan. Brief visual jauh lebih mudah dibuat ketika beat dramatisnya jelas: siapa menginginkan apa, apa yang menghalangi mereka, dan apa yang berbeda pada akhirnya.

2. Pisahkan prosa dari arahan visual

Simpan teks cerita yang mudah dibaca di draf. Letakkan ukuran shot, sudut kamera, pencahayaan, pose karakter, dan kontinuitas lingkungan di brief visual. Ini mencegah instruksi produksi bocor ke dalam dialog atau narasi.

3. Bangun aset yang dapat digunakan ulang

Pertahankan satu deskripsi dan set referensi yang telah disetujui untuk setiap karakter, kostum, properti, dan lokasi yang berulang. Gunakan kembali aset tersebut alih-alih menulis ulang detail penampilan secara berbeda di setiap adegan.

4. Pilih alat produksi berikutnya

  • Gunakan Storyboard AI untuk shot, bahasa kamera, versi, dan animatik.
  • Gunakan AI Comic Generator untuk draf komik multi-panel.
  • Gunakan Text to Manga untuk perlakuan visual yang berfokus pada manga.
  • Gunakan Manga Editor untuk tata letak halaman, lettering, tone, dan ekspor akhir.
  • Gunakan Comic to Video saat artwork komik yang telah disetujui harus diubah menjadi gerak.

5. Tinjau kontinuitas sebelum menghasilkan

Periksa nama, usia, kostum, tangan dominan, lokasi, waktu dalam sehari, properti, dan keadaan emosional. Memperbaiki kontinuitas di brief lebih cepat daripada mengoreksi setiap panel yang dihasilkan nanti.

Pengaturan proyek

Gunakan folder atau konvensi penamaan yang jelas untuk seri, bab, episode, dan draf. Favorit membantu menampilkan materi yang aktif; sampah memberikan pemisahan yang lebih aman dari penghapusan permanen. Saat berbagi, pastikan apakah kolaborator memerlukan akses lihat, komentar, atau edit dan hindari menaruh rahasia atau kredensial dalam catatan cerita.

Template brief adegan

Scene purpose:
Characters present:
Location and time:
Action and emotional change:
Important continuity:
Visual framing:
Dialogue or narration:
Output target: storyboard / comic / manga / video

Lanjut belajar

Was this article helpful?